Apakah kita melakukannya atau tidak, kegiatan yang kita lakukan di luar rumah, melalui kendaraan jalan, kebakaran hutan, membuat kita terpapar polusi udara. Padahal, bahaya polusi udara nyata bagi tubuh, terutama di paru-paru.

Jadi itu polusi udara?

Yang dimaksud dengan polusi udara adalah udara yang terkontaminasi oleh konsentrasi tinggi polutan yang dapat menyebabkan kerusakan pada makhluk hidup. Polutan terdiri dari partikel debu atau asap dari kendaraan bermotor, nitrogen dioksida (dari asap dari kendaraan bermotor dan asap dari polutan internal), sulfur dioksida (bahan bakar terbakar) dan ozon di permukaan bumi. Polutan dibagi menjadi 2, yaitu polutan internal yang dihasilkan dari pembakaran bahan domestik (kayu, batu bara, minyak tanah) dan polutan eksternal (dari luar rumah).

Polusi udara terkait erat dengan perubahan iklim. Polusi udara sulit dihindari karena polutan mikroskopis dapat memasuki sistem pertahanan tubuh kita. Polutan mikroskopis ini kemudian masuk ke saluran pernapasan dan masuk ke aliran darah sehingga bisa merusak paru-paru, jantung, dan otak. Data dari WHO (World Health Organization) menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang di dunia bernafas dengan udara yang tercemar. WHO juga menyatakan bahwa 7 juta orang meninggal setiap tahun karena polusi udara.

Apa bahaya polusi udara bagi kesehatan paru-paru?

Ada banyak bahaya polusi udara ke paru-paru, termasuk:

Asma. Asma adalah penyakit paru-paru kronis yang dipicu oleh peradangan. Peradangan menyebabkan penyempitan saluran udara sehingga dada terasa tertekan, sesak napas, mengi dan batuk. Serangan asma jika tidak ditangani bisa berakibat fatal. Banyak bagian polusi udara yang dapat memicu serangan asma, khususnya: asap, debu, serbuk sari, ozon, karbon monoksida, sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). COPD adalah penyakit paru-paru kronis yang menyebabkan penyempitan saluran udara, yang kronis dan tidak dapat dipulihkan. COPD dihasilkan dari penghirupan polutan dan dari paparan asap rokok.

Kanker paru-paru. Kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian di dunia. Hasil penelitian rumah sakit di 100 rumah sakit di Jakarta menunjukkan bahwa kanker paru-paru adalah kasus paling umum pada pria dan nomor 4 pada wanita, serta merupakan penyebab utama kematian pada pria dan wanita. Kanker paru-paru sering dikaitkan dengan merokok. Selanjutnya, kanker paru-paru juga merupakan salah satu efek polusi udara. Partikel debu dan ozon dalam polusi udara juga dapat berperan dalam kanker paru-paru.

Bahaya polusi udara pada kesehatan paru-paru dapat diidentifikasi sebelumnya

Diagnosis dini dapat dilakukan untuk melihat apakah tubuh terpapar bahaya polusi udara atau tidak. Cara mendeteksi dini dengan tes fungsi paru-paru (spirometri) untuk menentukan penghambatan aliran udara di paru-paru dan radiografi dada untuk menentukan apakah ada kelainan pada paru-paru. Ini dapat diperiksa secara berkala 3-6 bulan jika ada keluhan atau setahun sekali untuk evaluasi.

Kiat untuk menghindari polusi udara menurut spesialis paru Awal Bros

  1. Batasi aktivitas berjalan atau di luar selama periode sibuk.
  2. Batasi waktu yang dihabiskan di daerah padat seperti lampu lalu lintas di mana banyak kendaraan bermotor berhenti
  3. Jika Anda melakukan aktivitas di luar rumah, cobalah melakukan aktivitas di area dengan sedikit polusi
  4. Batasi penggunaan mobil dalam beberapa hari dengan tingkat polusi yang tinggi
  5. Jangan membakar limbah yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Narasumber:

dr. Annisa Sutera Insani, SpP
Spesialis paru di Rumah Sakit Awal Bros, Bekasi Timur

Ilustrasi gambar oleh Clément Falize

Artikel terkait:

  • Perawatan sepenuhnya untuk TBC (TB)
  • Apakah asma kembali? Ini cara mencegahnya
  • Cegah TBC

Pos Bahaya Polusi Udara untuk Kesehatan Paru-paru pertama kali muncul di RS Awal Bros.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here