Apa itu kanker? Kanker adalah suatu kondisi di mana ada pertumbuhan sel yang tidak terkendali (sel menjalani pembelahan berkelanjutan). Risiko meningkat pada usia 30-40 tahun dan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia. Sel-sel kanker dapat tumbuh di hampir semua bagian tubuh, mereka tidak mengecualikan kemungkinan organ reproduksi wanita. Jenis-jenis tumor yang dapat tumbuh pada organ reproduksi wanita adalah kanker ovarium (ovarium), kanker vulva, kanker rahim (uterus) dan kanker serviks (leher rahim).

Kanker ovarium (ovarium)

Kanker ovarium (indung telur) dapat terjadi pada semua umur. Tumor ini sulit dideteksi pada tahap awal dan akan terasa pada stadium lanjut, adapun gejalanya, yaitu: nyeri pada perut bagian bawah, penurunan berat badan, benjolan di perut, pembengkakan akibat perut dari akumulasi cairan di perut. Untuk melihat apakah ada kanker ovarium dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG dan CT scan. Perawatan untuk kanker ovarium dapat dilakukan dengan pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.

Kanker vulva

Kanker vulva vulva adalah genitalia eksternal. Penyakit yang mendahului timbulnya kanker vulva adalah condyloma akuminata dan penyakit menular lainnya. Tumor ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu penyakit menular seksual, hubungan seksual pada usia dini, banyak pasangan seksual, merokok dan peradangan vulva kronis. Gejala kanker vulva adalah gatal di genitalia eksternal, nodul di daerah vulva yang rapuh dan bau dan sakit. Untuk mendeteksi tumor ini dapat dilakukan dengan pengobatan biopsi kanker vulva, yaitu pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.

Kanker rahim (uterus)

Selain itu, kanker rahim (uterus) adalah tumor ganas di endometrium, tumor ini menyerang wanita antara usia 50 dan 60 tahun lebih sering. Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, tetapi dikaitkan dengan peningkatan kadar estrogen dan adanya faktor genetik. Gejala-gejala yang dapat dikenali oleh tumor ini adalah pendarahan rahim yang tidak normal, nyeri di sekitar panggul, pendarahan vagina pascamenopause, kehilangan nafsu makan, rasa kenyang yang cepat, perut kembung dan pembengkakan dan perasaan ingin buang air terus menerus. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi kanker serviks adalah usia, penebalan lapisan serviks (endometrium hiperplasia), obesitas, diabetes, terapi penggantian hormon, konsumsi tamoxifen, menstruasi sebelum 12 tahun, menopause setelah 52 tahun. Jangan punya anak dan polip endometrium.

Kanker serviks (leher rahim)

Jadi kanker serviks (leher rahim) adalah penyakit yang disebabkan oleh tumor ganas di leher rahim. Tumor ini belum pernah ditemukan pada wanita yang belum pernah berhubungan seks. Kejadian tertinggi terjadi pada wanita berusia 35 hingga 55 tahun. Kanker serviks terjadi karena adanya virus HPV tipe 16 dan 18. Kanker serviks menyebabkan faktor-faktor yang mempengaruhi usia hubungan seksual pertama, jumlah kehamilan, persalinan pada usia muda ( di bawah 20) dan merokok.

Kanker serviks memiliki gejala yaitu keputihan, pendarahan (kontak pendarahan), nyeri panggul, penurunan berat badan. Diagnosis dini kanker serviks dapat dilakukan dengan pap smear, kolposkopi dan biopsi, mengobati kanker serviks dengan operasi, kemoterapi dan radiasi. Kanker serviks adalah kanker yang dapat dicegah melalui vaksinasi HPV. Vaksinasi dapat diberikan sejak usia 11 tahun untuk perlindungan permanen. Namun, untuk wanita yang melakukan hubungan seks, mereka harus terlebih dahulu mengambil Pap smear sebelum vaksinasi.

Responden:

Andi Nina Mallarangeng SpOG

Spesialis kebidanan dan ginekologi

Rumah Sakit Awal Bros, Pekanbaru

Pasca Kanker pada Organ Reproduksi Wanita pertama kali muncul di Early Bros Hospital.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here