Belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik beberapa produk ranitidine dari peredaran. Apa alasan mengapa ranitidine ditarik dari peredaran?

Melalui situs resminya, BPOM menjelaskan bahwa ada informasi tentang kontaminasi senyawa kimia yang disebutkan N-nitrosodimethylamine (NDMA) dalam obat-obatan yang mengandung ranitidine. Hasil ini dipresentasikan oleh Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA). NDMA diduga memicu kanker.

Apa efek pantang dan bagaimana memilih obat perut yang aman? Lihat penjelasan BPOM berikut!

Baca juga: Atasi perut kembung Anda dengan obat yang aman, praktis dan mudah dicerna!

Ranitin, obat perut populer

Ranitidine adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala tukak lambung dan usus. Salah satunya digunakan untuk mengatasi apa yang orang biasa sebut mulas.

Ranitidine bukan obat baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional telah menyetujui ranitidine sejak 1989 setelah melewati studi penilaian keamanan, kemanjuran dan kualitas. Ranitidine tersedia dalam bentuk tablet, sirup dan sediaan untuk injeksi. Obat ini termasuk obat yang sering diresepkan oleh dokter.

Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi asam lambung. Dengan cara ini gejala-gejala seperti sakit di perut yang tidak hilang atau kesulitan menelan karena luka di tenggorokan dapat dikurangi. Ranitidine termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai H2 blocker.

Kontaminasi NDMA di Ranitidin, Seberapa berbahaya?

BPOM menjelaskan bahwa penarikan ranitidin dilakukan karena studi kontaminasi N-nitrosodimethylamine (NDMA) dalam obat-obatan yang mengandung ranitidine.

Awalnya, FDA dan EMA melaporkan kontaminasi NDAM di ranitidine. Retret dimulai dengan survei FDA dan lembaga kesehatan internasional tentang Zantac, merek ranitidine.

Penyelidikan dilakukan setelah penemuan kemungkinan faktor penyebab kanker ranitidine. NDMA adalah turunan dari nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. NDMA sering ditemukan di berbagai sektor, khususnya pemurnian air bersih dan air limbah seperti klorin.

Sebuah studi global memutuskan bahwa batas ambang untuk kontaminasi NDMA adalah 96 ng / hari (asupan harian yang dapat diterima). Ini karena NDAM bersifat karsinogenik jika dikonsumsi terus-menerus di atas ambang batas untuk jangka waktu yang lama.

Karena alasan ini, BPOM menarik 5 obat ranitidin dari peredaran. Berikut adalah daftar obat yang mengandung ranitidin yang ditarik dari BPOM:

  1. Ranitidine Injection Liquid 25 mg / mL didistribusikan oleh PT Phapros Tbk.

  2. Zantac Injection Liquid 25 mg / mL didistribusikan oleh PT Glaxo Wellcome Indonesia.

  3. Sirup Rinadina 75 mg / 5 ml disebarkan oleh PT Global Multi Pharmalab.

  4. Indoran Fluid untuk injeksi 25 mh / mL didistribusikan oleh PT Indofarma

  5. Ranitidine Injection Liquid 25 mg / mL didistribusikan oleh PT Indofarma.

Untuk 4 obat terakhir yang mengandung ranitidin, BPOM membutuhkan penarikan sukarela. Mengenai obat Ranitidin yang dirilis oleh PT Phapros, BPOM dengan tegas memerintahkan penarikannya.

Baca juga: Mulas, bisakah Anda selalu mengandalkan obat kios?

Pilih obat maag dengan aman

Jika pita sehat memiliki gejala mulas atau GERD, Anda sebaiknya tidak mengobatinya sendirian. Jika gejala mulas terus terjadi, sebaiknya jangan hanya mengandalkan gastritis dari warung makan. Lebih baik berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya, sehingga perawatan yang tepat dapat diputuskan.

Maag bukan penyakit kronis yang bertahan. Gejala mulas atau dispepsia dapat disembuhkan dengan mengurangi stres, mengubah kebiasaan makan dan mengadopsi gaya hidup sehat. Jadi Anda tidak selalu harus menggunakan narkoba, eh!

Jika Anda sudah menggunakan ranitidin, jangan panik. "Masyarakat diundang untuk tidak ingin menanggapi berita tersebut, jika masyarakat membutuhkan informasi lebih lanjut, mereka dapat menghubungi apoteker, dokter, dan profesional kesehatan lainnya," kata Badan Pengawasan Obat dan Nasional. makanan.

Baca juga: Hati-hati, keluhan di perut tidak selalu maag

referensi:

Pom.go.id. Penjelasan BPOM RI tentang penarikan produk ranitidine.

Rxlist.com. Ranitidine untuk konsumen

WHO.int. Ringkasan NDMA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here