Bahkan 1 minggu di awal 2020, beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Hujan deras yang tiba-tiba dan bagian dari saluran air yang tidak berfungsi secara optimal adalah faktor yang menyebabkan banjir begitu cepat.

Apakah geng yang sehat adalah salah satu tempat di mana banjir terkena? Dalam hal ini, selain berfokus pada menyelamatkan barang-barang berharga dan melarikan diri ke tempat yang aman, geng yang sehat juga harus waspada daripada tidak terinfeksi beberapa penyakit yang mewabah berkali-kali jika terjadi banjir, salah satunya adalah leptospirosis!

Apa itu Leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri tersebut spira, Leptospirosis adalah jenis infeksi zoonosis, yang berarti bahwa infeksi ini dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Hewan-hewan yang berpotensi menjadi perantara penyakit ini adalah tikus seperti tikus, hewan peliharaan seperti anjing dan ternak. Bakteri dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui urin hewan yang mengandung bakteri, yang mencemari air dan tanah di sekitar lingkungan tempat manusia hidup.

Baca juga: Waspadai penyakit paska banjir!

Apa hubungan antara banjir dan wabah leptospirosis?

Leptospirosis sering menjangkiti banjir atau badai pascabencana di suatu daerah. Ini bisa terjadi karena ketika banjir terjadi, air yang meluap membawa bagian-bagian tanah atau sumber air yang terkontaminasi oleh bakteri.

Selain itu, tikus seperti tikus, yang umumnya ditemukan di tempat-tempat tersembunyi dan tanpa adanya kontak dengan manusia, banyak tersebar karena sarang mereka direndam dalam air.

Air yang tergenang di mana-mana merupakan sarana yang sangat memudahkan manusia untuk tertular penyakit. Karena bakteri yang menyebabkan leptospirosis dapat memasuki tubuh manusia melalui permukaan kulit yang teriritasi atau terluka dan melalui kontak dengan selaput lendir yang ada di mata, hidung dan mulut. Bakteri ini juga dapat bertahan selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, di tanah atau air yang terkontaminasi setelah banjir.

Baca juga: Hati-hati, banjir dapat meningkatkan risiko terserang penyakit ini!

Bersiap untuk Banjir - GueSehat.com

Apa saja gejala leptospirosis?

Jenis infeksi bakteri spira dalam tubuh manusia dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang relatif ringan dan tidak spesifik hingga yang relatif parah. Gejala awal kasus leptospirosis meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, batuk, kulit kemerahan, mata merah, dan sakit perut.

Tetapi tanpa pengobatan yang tepat, leptospirosis juga bisa berakibat fatal, seperti menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis (radang selaput otak), gagal hati dan bahkan kematian.

Gejala-gejala ini dapat muncul dalam kisaran 2 hingga 30 hari setelah seseorang kontak dengan bakteri. Karena itu, kita tidak boleh meremehkan semua masalah kesehatan yang timbul setelah banjir.

Baca juga: 5 Persiapan menghadapi banjir di musim hujan

Bagaimana cara meminimalkan risiko tertular leptospirosis jika terpapar banjir?

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghindari infeksi leptospirosis pada periode banjir meliputi:

  1. Jangan bermain apalagi berenang dengan air banjir.
  2. Jika kondisinya tidak memungkinkan untuk benar-benar bersentuhan dengan air banjir, tutupi semua bagian kulit yang dapat terluka atau teriritasi dengan plester tahan air.
  3. Pada saat evakuasi, berjalanlah dengan alas kaki yang tertutup rapat dan kedap air mungkin, seperti sepatu sepatu bot terbuat dari karet atau sepatu tertutup yang dibungkus plastik.
  4. Cobalah mencari sumber air bersih di lokasi evakuasi. Jika sumber air berpotensi tercemar, rebus airnya sebelum dimasak.
  5. Berkolaborasi dengan penduduk setempat untuk menangkap tikus seperti tikus, yang masih bisa berkeliaran setelah banjir.
  6. Setelah air sudah mengendap, segera bersihkan lingkungan di sekitar rumah untuk menghilangkan kotoran dan bakteri.

Jika Anda mengalami gejala leptospirosis, apa yang harus Anda lakukan?

Seperti kebanyakan penyakit infeksi bakteri, leptospirosis dapat disembuhkan dengan memberikan terapi antibiotik yang tepat. Semakin dini didiagnosis, semakin efektif terapi tersebut.

Karena itu, kita tidak boleh meremehkan semua masalah kesehatan yang timbul setelah banjir. Yang terbaik adalah segera memeriksa agar penyakitnya dapat segera diobati. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama kualitas saluran air, sehingga banjir tidak terjadi dengan mudah ketika hujan meningkat. Salam sehat! (AS)

referensi

Pusat-pusat pengendalian dan pencegahan penyakit: badai, banjir dan leptospirosis

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit: Leptospirosis

Pusat kontrol dan pencegahan penyakit: lindungi diri Anda dari leptospirosis setelah badai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here